Rahasia Panjang Umur Warga Jepang dan Hawaii

Penduduk Jepang, Hawaii, dan Norwegia dikenal sehat dan berumur panjang. Menurut seorang pengembara yang pernah mengunjungi ketiga negara itu, setidaknya ada tiga rahasia yang membuat orang-orang di sana hidup lebih sehat, bahagia, dan panjang umur.

Buat yang ingin mengikuti gaya hidup bahagia penduduk ketiga negara itu, berikut rahasianya, dilansir dari CNBC.

Sering menghabiskan waktu di luar rumah Pengelana itu mengatakan seorang temannya yang dibesarkan di Norwegia awalnya memperkenalkan pada filosofi yang disebut friluftsliv (yang diterjemahkan menjadi “kehidupan udara bebas”). Pemuja friluftsliv menggambarkannya sebagai perasaan kerinduan mendasar untuk menghabiskan waktu di luar sebanyak mungkin. Meskipun negara itu memiliki tingkat curah hujan yang tinggi setiap tahun, atau bahkan matahari tidak terbit selama tiga bulan di bagian-bagian tertentu negara itu, orang Norwegia, yang menempati peringkat tertinggi dalam harapan hidup, masih senang menghabiskan waktu di luar rumah.

Sebagian besar alasannya mereka tahu itu akan meningkatkan suasana hati, kesehatan mental, dan kesejahteraan emosional, berbeda dengan orang-orang di Amerika Serikat yang cenderung tidak menghabiskan cukup waktu di luar. Menurut Badan Perlindungan Lingkungan, orang Amerika rata-rata menghabiskan sekitar 90 persen waktu di dalam ruangan, di mana konsentrasi beberapa polutan seringkali 2-5 kali lebih tinggi daripada konsentrasi di luar ruangan biasa. Itu tidak terlalu baik untuk kesehatan. Untuk mendapatkan efek penyembuhan dari friluftsliv, Anda tidak perlu berkemah atau berjalan di hutan.

Membeli bahan makanan dengan mobil pun bisa menjadi bagian dari friluftsliv, juga piknik di taman, berlari di taman daripada pergi ke pusat kebugaran. Inilah kehidupan yang terjadi di Norwegia. Banyak penduduk setempat bahkan meninggalkan bayi di luar dengan kereta bayi selama waktu tidur siang sehingga mereka terbiasa dengan gaya hidup di luar ruangan sejak usia dini.

Menu masakan atau minuman yang rumit Orang Amerika cenderung mengonsumsi makanan cepat saji dan mudah dibuat. Tetapi, satu cara untuk memperkuat fokus dan latihan adalah dengan sesekali terlibat dalam aktivitas yang rumit bukan untuk hasilnya, tetapi untuk prosesnya. Di Jepang, di mana harapan hidup rata-rata 85 tahun, ahli teh melakukan ini dengan upacara minum teh, ritual koreografi menyiapkan dan menyajikan teh. Selama proses tersebut, fokus mereka begitu dalam sehingga tidak memikirkan hal lain. Ini tentang merangkul konsep Buddhis tentang waktu, jelas Shigenori Nagatomo, profesor filsafat di Universitas Temple.

“Banyak orang sering melamun, berpikir ada sesuatu yang lebih baik di tempat selain mereka berada. Tapi, ada realitas pamungkas yang terbentang tepat di depan mata sepanjang waktu, jadi Anda ingin melibatkan diri sepenuhnya dalam hal itu,” ujar Nagatomo.

Ini anggapan yang masuk akal karena jika semuanya tidak kekal dan waktu berlalu dengan cepat, bukankah kita semua harus mengejar momen-momen yang begitu indah, unik, sehingga membuat kita melupakan diri sendiri dan mengeluarkan dari pikiran sendiri?

Mempelajari riwayat keluarga Di Amerika Serikat, Hawaii menempati posisi teratas untuk negara bagian dengan harapan hidup rata-rata tertinggi. Salah satu rahasianya adalah mempelajari tentang diri atau kisah mereka sendiri.

“Untuk menjalani kehidupan yang sehat di dunia ini, Anda harus mengetahui kisah Anda,” ujar Greg Solatario, penduduk asli Hawaii yang tinggal di tanah yang sama dengan tempat ia dibesarkan.

Sebagai Solatario generasi ke-50, Greg adalah bagian dari keluarga kuno terakhir yang masih tinggal di Lembah Halawa, sebidang tanah bersejarah di Molokai, tempat orang Hawaii menetap sejak 650 M. Jadi, tanyakan kepada orang tua atau kakek-nenek atau tetangga yang lebih tua tentang kehidupan mereka sebelum Anda lahir. Apa saja tradisi atau tips yang menurut mereka harus diwariskan kepada generasi mendatang?

Ini bukan tentang memahami garis keturunan leluhur teknis melalui pengujian genetik tetapi tentang mengetahui kisah Anda dengan meluangkan waktu untuk terhubung dengan para tetua yang membantu membentuk jalan Anda. Proses mendengarkan dan menyampaikan cerita memberi makna bagi hidup.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Previous post Begini Cara Merekam Rapat di Aplikasi Zoom
Next post Dokter Jelaskan Alasan Memilih Buah Utuh Dibandingkan dengan Jus